IDENTIFIKASI JAMUR

1      PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Diantara tumbuh-tumbuhan rendah (bersahaja), maka golongan ganggang (alga) dan golongan jamur merupakan kelanjutan dari pada golongan bakteri. Apakah golongan ganggang itu langsung menjadi lanjutan golongan bakteri ataukah jamur yang menjadi lanjutan langsung dari bakteri, hal ini sangat sukar ditentukan (Dwidjoseputro, 1978).

Fungi atau Cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikan menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yangkemudian dikembalikan kedalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka bisa sangat menguntungkan bagi manusia (Pelczar, et.al. 2008).

Jamur merupakan suatu organisme eukariotik yang mempunyai ciri yaitu berupa benang tunggal yang bercabang, tidak mempunyai klorofil, hidupnya heterotrof dan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya.

Fungi tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai ciri yang khas yaitu benang tunggal atau bercabang-cabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa-hifa akan membentuk misselium. Fungi ada yang bersifat parasit dan ada pula yang bersifat saprofit. Fungi dapat mensintesis protein dan vitamin (Waluyo, 2004).

Identifikasi jamur merupakan suatu kegiatan yang sangat penting mengingat banyak jenis jamur belum diketahui jumlah dan jenisnya. Jumlah spesies jamur yang sudah diketahui hingga kini hanya kurang lebih 69.000 dari per kiraan 1.500.000 spesies yang ada didunia. Dapat dipastikan bahwa indonesia yang sangat kaya akan diservitas tumbuhan dan hewannya juga memiliki diservitas jamur y6ang sangat tinggi mengingat lingkungannya yang lembab dan suhu tropik yang mendukung pertumbuhan jamur (handajani, 2006).

 

1.2  Maksud dan Tujuan

Maksud dari praktikum Mikrobiologi Dasar materi identifikasi jamur adalah agar praktikan dapat mengetahui dan memahami dari identifikasi jamur dengan tepat.

Tujuan dari praktikum Mikrobiologi Dasar identifikasi Jamur adalah praktikan mampu memahami, mengetahui dan melakukan dari identifikasi jamur denagn tepat.

 

1.3  Waktu dan Tempat

Praktikum Mikrobiologi Dasar tentang identifikasi jamur ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 6 Oktober 2011 pada pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB dan bertempatan laboratorium Mikrobiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Uiversitas Brawijaya, Malang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1 Pengertian Jamur

Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basiclienycita) yang berbentuk seperti payung yang terdiri dari bagian tegak dan bagian yang mendatar atau membulat. (medya.2010)

2.2 Morfologi Jamur

Kamur tidak mempunyai klorofil sehingga induknya heterogen sifat ini menguatkan pendapat bahwa jamur itu merupakan kelanjutan bakteri di dalam evolusi (Dwidjo seputro.1998).

            Jamur merupakan kelompok organism eukatik yang membentuk duam jamur atau regnumfungi jamur pada umumnya multiselule (bersel banyak) cirri-ciri jamur berbeda degan organisme lainnya dalam hal cara makan struktur tubuh, pertumbuhan dan reproduksi (medya.2010)

2.3 Macam-Macam Klasifikasi Jamur

            Menurut Alex Epoulus (1962) dalam dwidjoyo septo, tahllophyta yang tidak berklorofil di bagi atas;

1)    Phylum Schizomycophyta (bakteri)

2)    Phylum  Myxommycophyta (jamur lendir)

3)    Phylum Eumycophyta (Jamur benar ).

Phylum eumycohyta di bagi atas 4 kelas yaitu :

1)    Kelas phychomycetes

2)    Kelas Aschomychetes

3)    Kelas Deuteromycetes

4)    Kelas Basidiomycetes

 

2.4 Macam-macam Metode Penanaman Jamur beserta Klebihan dan Kekurangannya

Istilah kapang digunakan bagi fungi yang berfilamen sedangkan khamir ialah bentuk sel tunggal dengan perbedaan sel secara pertunasan fungi dengan bentuk khamir atau fungi seperti ragi dapat tumbuh oleh perpanjangan selnya sehingga menyerupai bhifa. Perbedaanya adalah perletakan antara sel tidak kuat, sehingga disebut pseudohita fungi yang bersifat patogen banayak pula dan sering bersifat dimorpik (Den’z.2008)

 

Sedangkan menurut (Diana W.1992) fungi memiliki 2 fase yang terlihat bila ditumbuhkan pada suhu yang berbeda.

Fase khamir (37  c),

Fase miselium ( 24-28 C)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.METODOLOGI

 

 

3.1  Alat dan Fungsi

Alat yang digunakan dalam praktikum Mikrobiologi Dasar tentang Pewarnaan Gram sebagai berikut :

Cawan Petri                : Tempat media pertumbuhan mikroba

Erlenmeyer 250 m      :  wadah untuk pembuatan menhomogenkan larutan

Rak tabung reaksi       : sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi

Bunsen                        :untuk pengkondisian aseptis

Gelas ukur                  :mengukur aquadest yang dibutuhkan

Pipet volume               :untuk mengambil larutan 1-10 ml

Pipet serologis             :untuk mengambil larutan 0,1-1 ml

Incase                         : untuk inkubasi media pada suhu kamar 25-270C

Timbangan Analitik     : untuk menimbang massa

Mikroskop                   : untuk memgamati mikroorganisme yang brukuran mikro.

3.2 Bahan dan Fungsi

Adapaun bahan –bahan yang diguanakan dalam praktikum antara lain;

PDA                : tempat media penanaman

Aquadest         : sebagai pelarut

Sampel            : sebagai media pengenceran

NaFis   0.9%    : sebagai media

Korann            : untuk membungkus cawan perti

Kapas untuk menutup tabung reaksi

Alcohol 70%    : prastikan tangan dan meja

Tali : untuk mengikat bungkusan yang berisi alat-alat yang akan di sterilisas

 

3.2          Skema Kerja 

Identifikasi jamur

 
   

 

 

 

            Diambil dari incase

            Diamati pertumbuhan jamur

            Dipijarkan jarum loop

            Diletakan pada cover glass

            Ditetesi dengan Nafis 0.9%

            Ditutup dengan cover glasscekung

            Dibalik

Hasil

 

            Diamati di bawah mikroskop

 

 

 

 

  1. 4.    PEMBAHASAN

 

4.1 Analisa Prosedur

Dalam praktikum mikrobiologi dasar tentang identifikasi jamur langkah pertama di lakukan adalah disiapkan alat dan bahan yang di butuhkan saat praaktikum nanti diantaranya, tabung reaksi sebagai pengencer bertingkat, cawan petri sebagai tempat penanaman bakteri, Bunsen sebagai pengkondisian aseptis dan sumber panas, incase unutk incubasi pada suhu kamar (27), sedangkan bahan yang digunakan adalah Nafis 0.9% untuk melarutkan sampel.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan incubasi pada cawan petri yang sudah ditumbuhi oleh jamur dan diambil dari incase lalu jarum loop dipijarkan di atas Bunsen  lalu buka tutup cawan petri lalu dimasukan jarum loop lalu. Di kenakan pada media setelah itu diambil jamur yang paling dominan, lalu diletakan di atas cover glass lalau di tetesi dengan Nafis lalu ditutup dengan objek glass yang cengkung lalu diletakan di bawah mikroskop untuk diamati.

 

4.2 Analisa Hasil

4.2.1 Hasil identifikasi jamur

            Pada hasil praktikum identifikasi jamur, setelah dilihat dari bawah mikroskop, tampak jamur yang tumbuh berbentuk seperti pecahan kotak tidsk beraturan warnanya terlihat coklat kelihatan bentuk tubuhnya transparan dan seperti terdapat air atau ruang didalamnya bentuknya berupa batang tanpa tempurung.

            Menurut Dwidjoseputro (1998), baik baik jamur yang berbiji atau jamur yang  tingkat tinggi memiliki cirri khas yaitu berupa benang tunggal bercabang-cabang yang disebut miselium atau berupa kumpulan benang-benang yang dapat menjadi satu hanya golongan ragi.(Sacharomycetes) itu bentuk tubuhnya berupa sel-sel tunggal cirri kedua jamur tidak mempunyai klorofil sehingga hidupnya terpaksa heterotrof.

 

4.2.2 Gambar hasil Pengamatan dan jenis-jenis Jamur

            Pada pengamatan praktikum tentang identifikasi jamur tampak bahan gambar atau bentuk dari jamur berupa patahan-atahan berupa kotak atau serabut tidak beraturan tidak dapat di identifikasi jeni jamur apa, karena tidak terdapat indikatro penentu jenis jamur.

 

Dalam pengamatan ini diperoleh hasil pengamatan bahwa jamur ini termasuk jamur jenis “Myxomycophyta” (jamur lendir).

Menurut Dwidjoseputro (1998), baik jamur yang bersahaja dan bertingkat tinggi mempunyai cirri khas yaitu berupa bentuk tunggal bercabang-cabang yang disebut miselium atau berupa kumpulan benang-benang yang dapat menjadi satu.

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 5.  PENTUP

 

5.1 kesimpulan

Jamur  adalah organism yang tidak berklorofil dan tubuhnya tidak mempunyai diferensial yang disebut tumbuhan talus.

Klasifikasi jamur yaitu :

  • Phylum schizomycophyta
  • Phylum mixomycophyta
  • Phylum eumycophyta

Phylum Eumycophyta dibagi menjadi 4 bagian yaitu :

  1. Phydaomycetes
  2. Ascomycetes
  3. Ceuteromycetes
  4. Basicdiomycetes

Dari hasil pada praktikum mikrobiologi dasar tentang identifiaksi jamur di peroleh jamur dengan jenis “ MYXOMYCOPHYTA” (caiaran yang berlendir).

 

5.2 saran

Saran yang dapat diberikan pada praktikum Mikrobiologi Dasar tentang “identifikasi jamur” adalah kurang efisiennkarena keterbatasan alat dan tahun depan alatnya diperbanyak lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Den’z,2008,     htt:// Metode penanaman jamur.blogspot.com. Den’z /2008/ diakses pada 12 oktober 2011,pukul 18:00 wib.

Diana W.1992. Mikrobiologi Umum. Jakarta : Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian.

Dwidjoseputro, 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan:Jakarta

Handajani 2006, Noorsoesanti dan Ratna setyaningsih.2006. idebtifikasi jamur dan Deteksatif Latoksin  terhadap petis udang komersial. Biodiversitas. Vol.7.no.3. hal.212-215

Lay,1992.        Mikrobiologi Umum , penerbit Andik Yogyakarta.

Medya,2010, http: //eprints. Undip.ac.id/2833/1/Jurnal Dina- Nufailah.PDF. Diakses pada tanggal 17 Oktober  2011 pukul 17.00WIB  .

Pelczar, et.al.2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi.UI Press:Jakarta

Waluyo, 2004. Mikrobiologi Umum.UMM Press:Jakarta

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: