Pembuatan Media Pengenceran dan Penanaman

  1. 1.    PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Menurut Schelgel (1994), sejumlah besar mikroorganisme yang tidak banyak tuntutan, tumbuh subur dalam larutan biak. Sebanyak-banyaknya mikroorganisme, masih memerlukan unsur-unsur lain, yakni lengkap, vitamin-vitamin dan senyawa tumbuhan lain. Suatu larutan yang dapat dibuat dari senyawa-senyawa kimia tertentu disebut media sintetik.

Menurut Pelczar (1986), media kimia tertentu yang dapat diperlukan untuk budidaya autotrof dan berguna untuk mendefinisikan persyaratan gizi autotrof, untuk budidaya heterotrof, digunakan media tertentu. Sebaliknya, beberapa bahan baku kompleks, seperti pepton, ekstrak daging dan ragi, mendukung pertumbuhan bakteri heterotrof. Agar dimasukan sebagai agen untuk memperkuat gizi.

Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan media yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai bagi mikroorganisme. Zat hara digunakan untuk pertumbuhan, sterilisasi, keperluan energy dalam metabolism dan pergerakan (Munir, 2004).

Pembuatan media adalah bagaimana media dibuat untuk pertumbuhan mikroba. Pengenceran adalah proses dimana hasil kedua volumenya lebih besar. Sedangkan penanaman sendiri adalah pembiakan.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari praktikum Mikrobiologi Dasar materi Pembuatan Media, Pengenceran, dan Penanaman Bakteri adalah agar praktikan dapat mengetahui dan memahami cara pembuatan media , pengenceran, dan penanaman bakteri.

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk praktikan terampil dalam melakukan pembuatan media, pengenceran dan penanaman bakteri.

1.3 Waktu dan Tempat

Praktikum Mikrobiologi Dasar tentang Pembuatan Media, Pengenceran, dan Penanaman Media ini, dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Oktober 2011 di laboratorium Mikrobiologi Dasar, Gedung A lantai 1, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang.

  1. 2.    TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Fungsi Media

Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau penghantar (Saputra, 2007).

Menurut Amelia (2005), media adalah bermacam-macam bahan yang diperlukan untuk menumbuhkan mikroba. Secara garis besar, kita dapat mengenal dua macam media, yaitu media umum dan khusus.

2.2 Macam-macam Media

Menurut Waluyo (2005) ada perbedaan sifat-sifat mikroba terhadap induk semangnya akan berpengaruh terhadap medium apa yang akan digunakan. Berdasarkan pada hal tersebut, media terbagi menjadi 2 golongan besar :

  • Media hidup, umumnya dipakai dalam laboratorium virology. Contoh : hewan percobaan.
  • Media mati, terbagi menjadi media padat, media setengah padat dan media cair.

Menurut Dwijosaputro (1990), macam medium ada 2 yaitu medium padat meliputi agar-agar lempengan, agar-agar miring dan tusukan gelatin. Sedangkan medium cair pada dasarnya dapat diperoleh dengan tidak mencampurkan agar-agar atau gelatin.

2.3 Jelaskan NA, PDA, beserta komposisinya

NA adalah nutrient agar yang terdiri dari beef ekstrak, pepton, agar dan aquadest. Sementara PDA adalah Potato Dextrose Agar yang mengandung agar, dektrosa dan ekstrak kentang (Ahyari, 2011).

PDA adalah Potato Dektrose Agar yang dapat memnimbang komponen media, dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisinya : kentang 3 gram, pepton 5 gram, agar 15 gram, aquadest 1000ml. Kemudian dimasukan ke dalam autoklaf bersama alat-alat yang digunakan dalam penanaman lapang. Setelah itu media dituangkan ke dalam masing-masing cawan petri ( Amelia, 2005).

2.4 Pembuatan Media

Pembuatan media NA menggunakan bahan utama beef ekstrak 5 gram, pepton 3 gram dan aquadest. Aquadest sebanyak 100 ml dibagi menjadi dua satu bagian untuk melarutkan beef ekstrak dan pepton dan sebagian lagi untuk melarutkan agar. Larutkan agar pada air tersebut dengan mengaduk secara konstan dan diberi panas. Dapat menggunakan kompor gas atau hot plate stirrer. Sebagian airnya lagi digunakan untuk melarutkan pepton dan beef ekstrak. Setelah keduanya larut, tuangkan ke larutan agar dan diaduk sampai homogeny. Setelah itu media dituang ke labu Erlenmeyer dan disterilisasi dengan autoklaf (Pradhika, 2010).

2.5 Pengertian dan Tujuan Pengenceran

Pengenceran adalah suatu kegiatan untuk mengencerkan larutan yang bertujuan untuk memperoleh contoh dengan jumlah mikroba terbaik untuk dapat dihitung yaitu antara 30-300 sel mikroba per ml (Cahaya, 2011).

Pengenceran merupakan proses yang dilakukan untuk menurunkan atau memperkecil konsentran larutan dengan menambah zat pelarut ke dalam larutan, sehingga volume berubah (Wardhaniah et.al, 2007).

2.6 Macam Metode Penanaman beserta Kelebihan dan Kekurangan

Menurut Freewebs (2011) ada beberapa teknik penanaman, yaitu :

  1. Teknik penanaman dari suspensi yang merupakan lanjutan dari pengenceran bertingkat.
  2. Teknik penanaman dengan goresan (streak) bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke medium baru.

Menurut Amelia (2005), terpisah dengan adanya pengembangan koloni dipermukaan nutrisi plate agar, dimana koloni dipermukaan dapat diambil dengan jarum steril dan dipindahkan untuk memisahkan agar pada nutrient miring.

  1. 3.    METODOLOGI

3.1 Alat dan Fungsi

Alat dan fungsinya yang digunakan pada praktikum materi pembuatan media, pengenceran dan penanaman, antara lain :

Kompor           :sebagai sumber panas

Panci               :sebagai wadah untuk merebus media setelah selesai digunakan

Tabung reaksi:sebagai tempat untuk pengenceran bertingkat dan tempat NaFis

Autoklaf           :alat untuk sterilisasi basah pada suhu 121 derajat Celcius, tekanan 1 atm selama 15 menit.

Cawan petri     :sebagai media penanaman atau pertumbuhan untuk jamur atau bakteri

Erlenmeyer 250 ml:  wadah untuk pembuatan NA dan PDA serta media kaldu

Rak tabung reaksi: sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi

Bunsen            :untuk pengkondisian aseptis

Gelas ukur      :mengukur aquadest yang dibutuhkan

Pipet volume   :untuk mengambil larutan 1-10 ml

Pipet serologis :untuk mengambil larutan 0,1-1 ml

Timbangan digital: untuk menimbang media, sampai dengan ketelitian 10-2

Washing bottle: tempat untuk aquadest

Sprayer sebagai: wadah untuk alcohol

Spatula            : alat bantu untuk menghomogenkan larutan secara manual

Beakerglass    : sebagai tempat pembuatan NaFis

Telenan           : untuk memotong daging

Nampan          : sebagai tempat meletakan alat-alat

 

3.2 Bahan dan Fungsi

Bahan yang digunakan dalam materi pembuatan media, pengenceran, dan penanaman, antara lain :

Daging 100 gram        : untuk membuat media kaldu

Kain saring                  : menyaring daging dan aquadest dengan lemaknya

Pepton 5 gram            : sebagai sumber nutrisi

Agar 5 gram                : pengental

PDA                            : sebagai media pertumbuhan jamur

NA                               : sebagai media pertumbuhan bakteri

Aquadest                     : sebagai pelarut

Tali                              : mengikat cawan petri dengan Koran agar tidak lepas

Kapas                          : menutup Erlenmeyer dan tabung reaksi serta pipet serologis

Koran                          : membungkus Erlenmeyer, tabung reaksi, dan pipet serologis

Alcohol 70%                : untuk pengkondisian aseptis

Ikan asin                      : sebagai sampel yang digunakan

Spritus                         : sebagai bahan bakar Bunsen

NaCl                            : sebagai bahan pembuatan NaFis 0,9%

Na Fisiologis 0,9%      : sebagai larutan isotonis atau penyeimbang

Air                                : untuk membersihkan alat setelah selesai praktikum

3.3 Cara Kerja

 


 

5. PENUTUP

 

5.`1 Kesimpulan

            Dari praktikum Mikrobiologi Dasar ini dapat disimpulkan :

-         Media adalah dimana substrat mikroorganisme dapat tumbuh yang disesuaikan dengan lingkungan hidupnya

-         Media kultur berdasarkan konsistensinya dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

a. media cair

b. Media Padat

c. Media semi padat

-    Total Plate Count merupakan metode hitungan cawan yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam bahan pangan.

-    Media yang baik harus dapat menyediakan nutrisi tempat inkubasi dan terpenuhinya kebutuhan O2 yang diperlukan oleh mikroba.

-    media pengencer berfungsi untuk mengencerkan konsentrasi nutrisi dan mengurai koloni mikroorganisme secara spesifik dan untuk mendapatkan perhitungan yang tepat.

-    Perhitungan yang dipakai dalam pembuatan media NA adalah :

      23/1000 x ∑ cawan petri (10) x 20 ml

-          Perhitungan yang dipakai dalam pembuatan media PDA ialah :

39/1000 x ∑ cawan petri (4) x 20 ml

-          Perhitungan yang dipakai dalam pembuatan NaFis adalah :

0,9/1000 x ∑ tabung reaksi (7) x 10 ml

5.2 Saran

            Saran pada praktikan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang ada di lab. Karena apabila tidak berhati-hati akan ada resiko kerusakan bahkan sampai kehilangan, yang hal ini jelas merugikan.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Amelia, 2005. Isolasi dan Pengujian Aktifitas Enzim Amilase dan Protease Mikroba dari Terasi Asal Kalimantan Timur. Program Studi Biokima, FMIPA. IPB : Bogor

Cahaya, 2011. Mikroba dan Peranannya dalam Kehidupan. http://cahaya_timur.wordpress.com. Diakses pada 22-10-2011, 13:30 WIB.

Dart, 1996.Microbiology for the analytical cleanest. The royal society at the chemistry. Mc Graw hill Book : USA.

Dwijosaputro,1998. Dasar-dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan : Malang.

Freewebs, 2011. Berbagai Tekhnik dalam Mikrobiologi. http://freewebs.blogspot.com. Diakses 22-10-2010, 17:45 WIB.

Hadioetomo,1990. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. PT Gramedia : Jakarta.

Hastowo,1992. Mikrobiologi. Rajawali Press : Jakarta

Sumarsih, 2003. Diktat Kuliah Mikrobiologi Dasar. Universitas Jenderal Sudirman

Sutedjo,1991. Mikrobiologi Tanah. Rineka Cipta : Jakarta.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: