Pengenalan Alat dan sterilisasi

                                                                                          

1. PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

            Perbanyakan tanaman secara invitro bertujuan untuk memperoleh bahan tanaman steril yang akan digunakan untuk perbanyakan benih. Oleh karena itu, diperlukan proses sterilisasi yang tepat untuk mematikan mikroorganisme yang terdapat pada ekspian sehingga tidak menggangu pertumbuhan tanaman. Keberhasilan sterilisasi dipengaruhi oleh sumber ekspian ( tanaman ), seperti tanaman herba atau berkayu, dan kodisi lingkungan ( musim hujan / kemarau ). Sterilisasi pada tanaman jahe meliputi beberapa tahap dengan menggunakan berbagai sterilan, antara lain : marshal, agrept dan bayclin. Air mengalir seperti ledeng merupakan sarana pendukung penting pada proses sterilisasi

tanaman (Adawyah, 2007 ).

            Sterilisasi adalah suatu perawatan untuk merendahkan potensi pelekatan mikroorganisme dalam system air pendinginan jalan pembunuhan

mikroorganisme ( Lestari et al., 2009 ).

            Menurut Sutedjo et al., ( 1991 ), macam sterilisasi beserta kelebihan dan kekurangan, yaitu :

  • Sterilisasi dengan pemijahan

Digunakan untuk mensterilkan jarum platina, sterilisasi ini tidak dapat mematikan mikroba yang tahan suhu panas.

  • Sterilisasi dengan udara kering panas

Sterilisasi ini kurang efisien dabn membutuhkan suhu lebih tinggi dan waktu yang lama, dikarenakan tanpa kelembapan tidak ada panas laten, kelebihannya dapat diterapkan pada apa saja yang tidak menjaddi rusak, menyala, hangus atau menyerap pada suhu tinggi.

  • Sterilisasi dengan uap air panas

Bahan yang disterilkan dengan cara ini umumnya adalah media yang tidak tahan terhadap suhu tinggi. Dengan cara ini diharapkan bahan menjadi benar – benar steril, tetapi kenyataannya masih banyak bakteri berspora yang tidak mati.

  • Sterilisasi dengan uap panas bertekan

Merupakan cara yang paling baik dengan suhu 121° C, dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air.

1.2. Maksud dan Tujuan

            Maksud dari praktikum mikrobiologi dasar ini adalah agar praktikan mengetahui alat – alat yang diguunakan dalam praktikum mikrobiologi dan kegunaannya serta mengetahui tata cara sterilisasi basah dan kering.

            Tujuan dari praktikum mikrobiologi dasar ini adalah agar praktikan dapat melakukan proses sterilisasi dan memiliki keterampilan dalam menggunakan alat – alat di laboratorium mikrobiologi.

1.3. Waktu dan Tempat

            Praktikum mikrobiologi dasar tentang Pengenalan Alat dan Sterilisasi dilaksanakan pada tanggal 26 September 2011 pukul 15.00 WIB – selesai. Bertempat di gedung A lantai 1 Laboratorium Mikrobiologi II, fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.

2. TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1. Pengertian dan Tujuan Sterilisasi

            Sterilisasi adalah suatu perawatan untuk merendahkan potensi pelekatan mikroorganisme dalam system air pendinginan dengan jalan pembunuhan mikroorganisme ( Lestari et al., 2009 ).

            Proses sterilisasi juga termasuk pemanasan. Apabila pasteurisasi hanya bertujuan membunuh bakteri – bakteri pathogen maka sterilisasi bertujuan untuk membunuh semua bakteri baik pathogen maupun non pathogen. Suhu yang digunakan lebih tinggi dari pasteurisasi yaitu sekitar 104 – 140° C ( Saleh, 2011 ).

            Steril artinya tidak didapatkan mikroba yang tidak diharapkan kehadirannya abaik yang menggangu kehidupan dan proses yang sedang dikerjakan. Setiap proses baik fisika, kimia dan mekanik yang membunuh semua bentuk hidup terutama mikroorganisme disebut dengan sterilisasi ( Waluyo, 2008 ).

            Sterilisasi didefenisikan sebagai tindakan untuk membebaskan alat atau media dari jasad renik.Sterilisasi dilakukan baik pada alat – alat yang digunakan maupun medianya. Suatu alat atau bahan dikatakan steril apabila alat atau bahan tersebut bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetatif maupun spora, sterilisasi secara fisik adalah sterilisasi menggunakan faktor – faktor fisika misalnya temperatur tinggi, penyinaran dan uap panas ( Akrom, 2010 ).

            Menurut Nur hikmat et al. ( 2005 ), pada dasarnya proses pemanasan diterapkan dalam proses pengalengan diranang khusus hanya untuk mencapai sterilisasi komersial, kondisi tersebut tidak mudah tercapai, namun dapat menghasilkan perubahan mutu yang tidak dikehendaki dalam produk. Untuk menghindari hal tersebut maka dikembangkan cara penerapan panas sterilisasi yang pas dan aman serta dapat menekan seminimal mungkin kerusakan dan penurunan mutu produk yang diakibatkan pemberian panas.

2.2. Macam Sterilisasi Beserta Kelebihan dan Kekurangan

            Menurut Sutedjo et al. ( 1991 ), macam sterilisasi sebagai berikut :

•           Sterilisasi dengan pemijahan

Digunakan untuk mensterilkan jarum platina, sterilisasi ini tidak dapat mematikan mikroba yang tahan suhu panas.

•           Sterilisasi dengan udara kering panas

Sterilisasi ini kurang efisien dabn membutuhkan suhu lebih tinggi dan waktu yang lama, dikarenakan tanpa kelembapan tidak ada panas laten, kelebihannya dapat diterapkan pada apa saja yang tidak menjaddi rusak, menyala, hangus atau menyerap pada suhu tinggi.

•           Sterilisasi dengan uap air panas

Bahan yang disterilkan dengan cara ini umumnya adalah media yang tidak tahan terhadap suhu tinggi. Dengan cara ini diharapkan bahan menjadi benar – benar steril, tetapi kenyataannya masih banyak bakteri berspora yang tidak mati.

•           Sterilisasi dengan uap panas bertekan

Merupakan cara yang paling baik dengan suhu 121° C, dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air

2.3. Kelebihan dan Kekurangan Produk Sterilisasi

            Menurut Pelczar dan Chan ( 1988 ), kelebihan dan kekurangan produk sterilisasi adalah sebagai berikut :

Kelebihan :

  • Mensterilkan peralatan, sprei, nampan, perabot dan pengobatan, media serta cairan lainnya.
  • Mensterilkan pathogen yang tidak memmbentuk spora, sanitasi perlengkapan tidur, pakaian dan peralatan makanan.
  • Mensterilkan bahan tak tembus uap / rusak terkena uap seperti minyak, kaca, peralatan tajam dan logam.

Kekurangan :

  • Tidak efektif terhadap organisme yang ada dalam bahan yang kedap uap, tidak dapat digunakan untuk benda yang peka terhadap panas.
  • Tidak menjamin tercapainya keadaan steril bila perlakuan hanya diberikan satu kali.

Menurut Ferdiaz ( 1985 ), beberapa keuntungan dari sterilisasi produk pengemasan aseptic :

  • Mutu produk konstan
  • Warna produk dapat dipertahankan
  • Kerusakan vitamin dapat dicegah

Kekurangannya :

  • Cita rasa warna mengalami kerusakan
  • Nilai gizi dapat mengalami kerusakan
  • Tidak efisien terhadap organisme

Menurut Sofyan ( 1955 ), kekurangan produk sterilisasi adalah :

  • Banyak bahan yang tidak dapat tahan panas
  • Sterilisasi dengan gas etilen atau bahan kimia lain dapat menimbulkan residu yang membahayakan kesehatan.

3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Fungsi

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :

  1. Alat-alat Besar
  • Mikroskop : Untuk mengamati mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
  • Kulkas : untuk menyimpan sampel dan media isolasi
  • Vortex Mixer : menghomogenkan sampel
  • Panci : untuk merebus media dan alat yang akan di sterilisasi
  • Cooling Inkubator : untuk menginkubasi media pada suhu rendah + 200C
  • Inkubator : untuk menginkubasi media padat dengan suhu yang bisa ditentukan
  • Hot Plate : untuk memanaskan media
  • Timbangan Digital : untuk menimbang berat yang diinginkan, dengan ketelitian 0,01 gram
  • Kompor Gas : sebagai sumber panas
  • Autoklaf : untuk sterilisasi basah, pada suhu 1210C selama 15-20 menit
  • Oven : untuk sterilisasi kering, pada suhu 160-1700C selama 2-3 jam
  • Waterbath : untuk menginkubasi media cair pada suhu yang bisa ditentukan
  • Colony Counter : untuk menghitung jumlah bakteri
  • Incase : untuk inkubasi media pada suhu kamar 25-270C
  1. Alat-alat kecil
  • Washing bottle            : sebagai wadah aquadest
  • Sprayer                       : untuk tempat alkohol 70%
  • Cawan Petri                : untuk tempat melakukan penanaman
  • Beaker glass : untuk menghomogenkan larutan
  • Mortar + Alu : untuk menghaluskan larutan
  • Erlenmeyer 250ml : untuk menghomogenkan larutan / untuk pembuatan larutan media
  • Tabung reaksi : untuk melakukan pengenceran bertingkat
  • Beaker glass 250ml : untuk pembuatan larutan Na-Fis
  • Gelas ukur : untuk mengukur volume aquadest
  • Bunsen : untuk pengkondisian aseptik
  • Cover glass : untuk menutup objek glass pada saat diamati dengan mikroskop
  • Objek glass : untuk meletakan sampel ketika diamati dengan mikroskop
  • Crushable Tank : untuk pengambilan alat-alat panas
  • Kaca Objek : untuk pengamatan pada mikroskop
  • Spatula : untuk menghomogenkan larutan
  • Bola Isap : untuk mengambil larutan dengan bantuan pipet volume
  • Triangle : untuk membantu penanaman dengan metode Strip
  • Jarum Loop : untuk menginokulasi dari media cair ke padat
  • Jarum Ose : untuk menginokulasi media dari padat ke padat
  • Pipet Serologis : untuk mengambil larutan dengan volume 0,1-1 ml
  • Pipet Volume : untuk mengambil larutan dengan skala 1-10 ml
  • Pipet Tetes : untuk pewarnaan gram

3.2 Bahan dan Fungsi

            Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :

 Kapas : untuk menutup / menyumbat alat yang akan di sterilisasi agar terhindar dari kontaminasi (dari mulut) lingkungan sekitar.

Tali : untuk mengikat alat yang akan disterilisasi setelah dibungkus koran agar tidak mudah lepas.

 Koran : untuk membungkus alat yang akan disterilisasi serta menyerap uap air yang dihasilkan oleh autoklaf.

 Kertas Label : untuk menandai perlakuan

 Air : untuk mencuci alat-alat yang telah digunakan


4. PEMBAHASAN

4.1 Analisa Prosedur

            Dalam praktikum mikrobiologi dasar dilakukan sterilisasi pada alat-alat yang digunakan, yaitu cawan petri dan pipet serologis. Sterilisasi dilakukan pada autoklaf.

            Pada cawan petri, hal pertama yang dilakukan adalah cawan petri dicuci dan kemudian dikeringkan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran, debu, dll. Selanjutnya cawan petri dibungkus dengan koran untuk menyerap uap air yang dihasilkan oleh autoklaf. Kemudian, diikat dengan tali agar tidak mudah lepas, sebelum dibungkus koran sebaiknya pada cawan petri dibalik, posisi tutup didalam agar tak lepas. Cara membungkus korannya, yaitu kelima cawan petri dibungkus dengan cara diberdirikan pada cawan petri paling ujung dibalik hadapannya agar tutup cawan tak mudah jatuh saat diberdirikan dan saat dibungkus.

            Pada pipet serologis, hal pertama yang dilakukan adalah pipet dicuci dan dikeringkan untuk menghilangkan kotoran / debu yang menempel pada pipet serologis. Kemudian pada ujung pipet serologis diberi kapas untuk menghindari kontaminasi dari mulut setelah itu dibungkus koran untuk menyerap uap air. Lalu diikat dengan tali supaya tidak mudah lepas, kemudian dilakukan sterilisasi dengan autoklaf. Cara membungkus korannya, yaitu salah satu ujung koran dilipat 2-3 kali lipatan. Hal ini dilakukan agar saat sterilisasi pipet serologis tidak menyusut atau tembus keluar koran. Setelah diikat salah satu ujung koran diberi tanda untuk mempermudah mengetahui ujung pipet serologis dan meletakan pipet pada sterilisasi.

            Untuk proses sterilisasi dengan autoklaf, hal pertama yang dilakukan adalah diisi sampai elemen panas, kemudian dimasukan alat-alat yang akan sterilisasi. Setelah itu, ditutp secara horisontal agar rapat, kemudian diatur klep uap , kemudan dinyalakan tombol on-off dan diatur waktu 15-20 menit. Lalu ditunggu sampai autoklaf berbunyi, 0,1 Mpa setelah itu ditunggu selama 20menit. Lalu dimatikan tombol on-off dan dibuka klep uap secara perlahan-lahan untuk mengeluarkan uap yang ada di autoklaf, lalu ditunggu hingga mencapai tekana 0 Mpa. Setelah itu dibuka tutupnya dan diambil alatnya, dan alat-alatpun Steril. Tujuan mencapai tekanan 0 Mpa adalah agar saat dibuka tutup tidak terlepas atau terluntar untuk kenyamanan tekanan didalam autoklaf dan diluar autoklaf (berbeda tekanannya).

4.2 Analisa Hasil

No

Nama

Fungsi

Gambar

1

Autoklaf

Digunakan  sebagai alat saat sterilisasi basa dengan suhu 121 derajat celcius

 

2

inchase

Digunakan untuk menginkubasi media pada suhu kamar atau suhu ruang (25-27 derajat Celsius)

 

3

Kompor gas

Digunakan sebagai sumber panas

 

4

Water bath

Digunakan untuk menginkubasi media cair dengan suhu yang bias ditentukan

 

5

Coloni counter

Digunakan untuk menghitung jumlah koloni bakteri

 

6

inkubator

Digunakan untuk menginkubasi media pada  suhu yang dapat diatur

 

7

triangel

Digunakan untuk melakukan atau meratakan pada saat penanaman dengan metode tebar

 

8

Lemari es

Digunakan untuk menyimpan media dan isolasi pada suhu rendah lebih kurang 7 derajat Celsius

 

9

Cooling inkubator

Digunakan untuk menginkubasi media dan isolasi pada suhu rendah lebih kurang 20 derajat celsius

 

10

oven

Digunakan untuk sterilisasi kering dengan suhu 160-170 derajat Celsius selama 2 jam

 

11

Crusable tang

Digunakan untuk mengangkat alat dalam kondisi panas

 

12

Cover glass

Digunakan untuk menutup objek glass saat diamati dibawah mikroskop

 

13

Bunsen

Digunakan untuk pengkondisian aseptis

 

14

Objek glass

Digunakan untuk meletakan sampel saat diamati dibawah mikroskop

 

15

Gelas ukur 250

Digunakan untuk mengukur larutan sebanyak 250 ml

 

16

Gelas ukur 100 ml

Digunakan untuk mengukur larutan sebanyak 100 ml

 

17

Gelas ukur 50 ml

Digunakan untuk mengukur larutan sebanyak 50 ml

 

18

Washing bottle

Digunakan sebagai wadah aquades

 

19

sparayer

Digunakan sebagai wadah alcohol 70%

 

20

Beaker glass 250 ml

Digunakan sebagai tempat untuk menghomogenkan larutan sebanyak 250 ml

 

21

Mortar dan alu

Digunakan untuk menghaluskan sampel

 

22

Beaker glass 1000 ml

Digunakan sebagai tempat untuk menghomogenkan larutan sampai 1000 ml

 

23

Erlenmeyer

Digunakan untuk menhomogenkan larutan dengan cara digoyang-goyang dan sebagai tempat NA dan PDA

 

24

Cawan petri

Sebagai tempat untuk melakukan penanaman

 

25

Tabung reaksi

Digunakan untuk melakukan pengenceran bertingkat

 

26

Rak tabung reaksi

Digunakan untuk meletakan tabung reaksi

 

27

Pipet tetes

Digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit

 

28

Pipet serologis

Digunakan untuk mengambil larutan sebanyak 0,1 ml

 

29

Pipet volume

Digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu

 

30

Spatula

Digunakan untuk menghomogenkan larutan secara manual

 

31

Jarum loop

Digunakan untuk menginokulasi dari media padat kemedia cair

 

32

Jarum ose

Digunakan untuk menginokulasi dari media padat kemedia cair

 

33

Panic

Digunakan untuk merebus media

 

34

Timbangan digital

Untuk menimbang bahan dengan ketelitian 0,01 gram

 

35

Mikroskop

Digunakan untuk mengamati mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang

 

36

vortex

Digunakan untuk menghomogenkan sampel

 

37

nampan

Digunakan untuk meletakan alat dan bahan

 

5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

            Dari praktikum Mikrobiologi Dasar tentang sterilisasi dan pengenalan alat dan bahan, dapat disimpulkan :

–          Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan alat dari segala macam kehidupan

–          Sterilisasi ada 2 macam :

1)    Sterilisasi basah adalah sterilisasi menggunakan autoklaf temperatur 1210C tekanan 1 atm (0,15 MPA) selama 15-20 menit.

2)    Sterilisasi kering adalah sterilisasi menggunakan oven dengan temperatur 160-1700C selama ± 2 jam

–          Tujuan dari sterilisasi adalah agar terjadi denaturasi protein dan terutama tidak aktifnya enzim yang digunakan untuk metabolisme protein.

–          Alat-alat yang digunakan ada 2 macam yaitu alat kecil dan alat besar. Adapun alat besar antara lain : Incase, Vortex mixer, Autoklaf, Water bath, Inkubator, Freezer, Refridiator, Mikroskop, Koloni conter, Oven, Kompor, timbangan digital, Panci, Coolong inkubator. Sedangkan alat kecil antara lain : Sprayer, Bunsen, Cawan petri, Pipet volume, Gelas ukur, Erlenmayer, Crushable tank, Rak tabung reaksi, Pipet serelogis, Pipet tetes, Cover glass, Objek glass, Nampan, Jarum loop, Jarum Ose, Objek glass cekung, Nampan, Mortar dan alu, Triangle, Sparula dan Washing bottle.

–          Hasil visualisasi alat sebelum disterilisasi terdapat bekas air yang kering pada dinding cawan petri dan pipet serelogis.

–          Hasil visualisasi alat sesudah disterilisasi didapat cawan petri dan pipet serelogis yang bersih dan kering.

 

 

 

5.2 Saran

            Saran pada praktikan agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang ada di lab. Karena apabila tidak berhati-hati akan ada resiko kerusakan bahkan sampai kehilangan, yang hal ini jelas merugikan.

DAFTAR PUSTAKA

Adawyah, 2007 . Mikrobiologi Umum. Jakarta : gramedia.

Akrom, 2010   .  http: //Dasar-dasar  Mikrobiologi Umum /Dina- Nufailah.   Diakses pada tanggal 17 Oktober   2011 pukul 17.00WIB

Ferdiaz .1985.             Dasar-dasar Mikrobiologi .Malang:Penerbit Djambatan.                                      

Lestari et al., 2009 http: // Mikrobiologi Umum /Dina- Nufailah.PDF   Diakses pada tanggal 17 Oktober   2011 pukul 17.00WIB

Nur hikmat et al. 2005 . http: //eprints. Undip.ac.id/2833/1/Jurnal Dina- Nufailah.PDF                                 Diakses pada tanggal 17 Oktober   2011 pukul 17.00WIB.

Pelczar, Michel J dan E.C.S Chan.  2008. Dasar – Dasar Mikrobiologi. UI, Jakarta.

Saleh, 2011           http: // Mikrobiologi Universitas  /Budi setiono saleh Dkk/                           Diakses pada tanggal 17 Oktober   2011 pukul 17.00WIB

Sofyan  1955  . Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT. Gramedia:Jakarta.

Sutedjo et al., 1991 . Mikrobiologi Umum. Jakarta : Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian

Waluyo, 2008  Mikrobiologi Umum.UMM Press:Jakarta

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s