Perhitungan Koloni dan Isolasi

  1. 1.    PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Bakteri dapat diperoleh dimana-mana missal dari rongga mulut dari sela-sela gigi, dari tanah banyak sampah-sampah, dari sisa-sisa makanan yang sudah basi. Biasanya kita mengadakan pemeliaraan dulu di cawan petri yang berisi zat makanan atau medium (Dwidjosaputro, 2005).

Kegiatan suatu mikroba dipengaruhi oleh factor-faktor eviroment atau unsure-unsur ekologi. Perubahan yang terjadi pada factor-faktor tersebut mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi mikroba factor-faktor environment meliputi factor abiotik dan biotic (Jutono, 1973).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa bakteri yang di isolasi dari usus ddan lambung ikan kerapu macan dapat tumbuh dan berkembang pada media kultur TSA dengan pH 2, yang merupakan indicator utama bakteri probiotik. Koloni bakteri yang tumbuh pada media terdapat dalam berbagai bentuk, warna, tampilan, ukuran, dan permukaan koloni yang berdebu (Feliatra et al., 2004).

Prokariota meliputi dua domain, domain bacteria dan domain arkhaea. Meskipunistilah bekteria umumnya masih digunakan dalam biologi sebagai awal pada semua  prokariota, dalam unit istilah itu secara khusus mengacu pada anggota domain bacteria. Bacteria adalah suatu mikro prokariotik dalam domain bacteria (Champbell, 2000).

Isolasi adalah merupakan salah satu cara pembiakan yang bertujuan untuk mendapatkan biakan murni. Konsep dari isolasi ini adalah dengan memisahkan bakteri yang satu dengan yang lainnya yang berada pada satu habitat. Macam – macam metode isolasi adalah metode cawan gore yaitu dimana media terlebih dahulu baru sample dimasukkan dan metode cawan tuang yaitu sample sudah ada dan media dimasukkan.

Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah nutrient, air, pH, oksigen dan suhu. Dimana fase pertumbuhannya meliputi fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, pertumbuhan tetap, serta fase kematian.

1.2  Maksud dan Tujuan

Maksud dari praktikum mikrobiologi dasar tentang perhitungan koloni bakteri dan isolasi adalah agar praktikan dapat mengetahui cara-cara perhitungan koloni dan mengisolasi sel bakteri.

Tujuan dari praktikum mikrobologi dasar tentang perhitungan koloni bakteri dan isolasi adalah agar praktikan mampu melakukan perhitungan koloni dan mampu melakukan isolasi terhadap terhadap bakteri.

1.3  Waktu dan Tempat

Praktikum mikrobiologi dasar tentang perhitungan koloni bakteri dan isolasi ini dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 5Oktober 2011, pukul 07.00 – 10.00 WIB di laboratorium mikrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang.

 

  1. 2.    TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1   Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri

Adalah sekelompok mikroorganisme yang bersel satu, tidak berklorofil (meskipun ada kecualinya), berbiak dengan pembelahan diri, serta demikiannya sehingga hanya tampak dengan mikroskop (Dwidjosaputro, 2005).

Suhu lingkungan, gas dan pH adalah factor-faktor fisik utama yang harus dipertimbangkan didalam penyediaan kondisi optimum bagi pertumbuhan kebanyakan spesies bakteri (Pelczar, 2008).

2.2   Fase Fase Pertumbuhan Bakteri dan Kurva Pertumbuhan

Perkembangan suatu populasi organisme yang dimasukkan ke dalam media kaya makanan dan segar, sebuah campuran zat-zat pada atau dimana mikroorganisme-mikroorganisme tumbuh. Organism-organisme semacam itu memperlihatkan empat fase utama petumbuhan 1. Lag phase; 2. Log phase; 3. Stationary phase; da 4. Decline phase atau death phase. Phase-phase ini membentuk kurva standart oertumbuhan bakteri (Ibrahim, 2007).

Menurut Dwidjosaputro (2005), pembelahan diri dapat dibagi atas 3 fase yaitu:

  1. Fase Utama, dimana sitoplasma terbelah oleh sekat yang tegak lurus pada arah memanjang.
  2. Sekat tersebut di ikuti oleh suatu dinding melintang.
  3. Fase terakhir adalah terpisahnya kedua sel

2.3   Pengertian dan Tujuan Isolasi

Untuk mencirikan dan mengidentifaksi suatu spesies mikroorganisme tertentu. Pertama-tama spesies di jumpai dalam habitatnya, lalu ditumbuhkan menjadi biakan murni (Baskoro, 1994).

Mengisolasi suatu mikroba ialah memisahkan mikroba tersebut dari lingkungannya di alam dan menumbuhkannya sebagai biakan murni dalam medium buatan untuk isolasi harus dikethui cara-cara penanaman dan menumbuhkan mikroba pada medium biakan serta syarat lain untuk pertumbuhannya (Jutono et al.,1973).

2.4   Macam Metode Pertumbuhan Perhitungan Koloni Serta Kelebihan dan Kekurangan

Perhitungan mikroskop bias dilakukan dengan metode breed dan petrof-houser. Metode Breed sering dilakukan untuk menganalisa susu yang mengandung baktrei dalam jumlah tinggi. Perhitungan metode petrof-hourser dilakukan secara langsung, dilakukan dengan cara menghitung jumlah sel yang tampak pada pengamatan menggukan mikroskop. Teknik ini banyak digunakan karena dapat dilaksanakan dengan cepat dan mudah dengan menggunakan alat yang disebut counting chamber(Zubaidah, 2006).

Pertumbuhan diukur dari perubahan jumlah sel atau berat sel. Jumlah sel dapat dihitung dari jumlah sel tebal yang tidak membedakan jumlah sel hidup atau mati, dan jumlah sel hidup. Jumlah sel mikroba dapat ditentukan secara langsung dengan pengamatan mikroskopis dalam bentuk sample kering yang diletakkan dipermukaan gelas benda dan dalam sampel cairan yang menggunakan metode Counting Chamber ( Yatim, 2009).

lll. METODOLOGI

 

3.1 Alat dan Fungsi

Alat yang digunakan dalam materi  perhitungan koloni bakteri dan isolasi adalah sebagai berikut :

Cawan Petri                : untuk tempat media pembiakan bakteri dan penanaman jamur

Incase                         : untuk menginkubasi media pada suhu kamar 25-C

Colony Counter           : alat untuk menghitung jumlah koloni bakteri

Jarum Loop                 : untuk menginokulasi dari media padat ke cair maupun sebaliknya

Bunsen                        : untuk melakukan pengkondisian aseptis

Sprayer                       : sebagai wadah alkohol 70%

Nampan                      : sebagai tempat alat dan bahan

3.2 Bahan dan Fungsi

Bahan yang digunakan dalam materi perhitungan koloni bakteri dan isolasi adalah adalah sebagai berikut :

NA                               : sebagai media penanaman bakteri

Aquadest                     : untuk melarutkan media NA, PDA dan NaCl

Sampel air kolam        : sebagai sampel untuk biakan bakteri

Nafis 0,9%                  : sebagai pengenceran

Tali                              : untuk mengikat alat yang sudah dibungkus dengan koran

Koran                          : untuk membungkus cawan petri

Kapas                          : untuk menutup pangkal serologis, erlenmeyer dan tabung reaksi yang akan disterilisasi

Alkohol 70%                : sebagai bahan untuk pengkondisian aseptis

 

3.3 Cara Kerja

 

4. PEMBAHASAN

4.1 Analisa Posedur

Pada praktikum Mikrobiologi Dasar materi perhitungan koloni dan isolasi. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu disiapkan alat dan bahan. Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu cawan petri, incase, colony counter, jarum loop, bunsen, sprayer, nampan, sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu NA, aquadest, sampel air kolam, Nafis 0,9%, tali, koran, kapas dan alkohol.

Adapun syarat perhitungan koloni sehingga koloni dapat dihitung yaitu antara lain jumlah koloni yang akan dihitung tersebut dapat dihitung (bukan merupakan TBUD (tidak bisa dihitung) atau spreader/ terlalu banyak sehingga tidak dapat dihitung), yang kedua jumlah koloni termasuk dalam rasional dan yang ke tiga jumlah koloni dapat antara 30-300.

Pada proses perhitungan koloni, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu diambil cawan petri yang berisi medium dan sampel dari incase, kemudian dihitung koloni bakteri dengan menggunakan koloni counter sehingga dapat diketahui jumlah koloni.

Pada proses isolasi bakteri, langkah pertama yang dilakukan yaitu cawan petri diambil dari kulkas, kemudian dipijarkan jarum loop diatas bunsen, diambil 1 bakteri dengan menggunakan jarum loop di cawan petri, lalu digoreskan pada medium isolasi dengan metode zig-zag. Setelah itu, dibungkus dengan koran dan diikat dengan tali dan diinkubasi di incase selama 24 jam.

 

 

 

 

 

 

4.2 Analisan Hasil

Pada praktikum Mikrobiologi Dasar dalam materi Perhitungan Koloni dan Isolasi diperoleh hasil sebagai berikut :

Shift 1 :

   

 

 

   

 

kelompok

A

B

A

B

A

B

1

15

39

9

5

9

3

2

3

128

198

107

130

107

87

4

28

19

58

17

5

12

5

135

39

33

32

23

16

6

43

33

35

28

85

35

7

36

40

35

25

22

41

8

57

62

38

55

61

Spreader

9

22

26

22

36

16

28

 

 

 

 

 

   

 

TPC (kal/mol)

kelompok

A

B

A

B

A

B

 

1

13

10

23

22

17

0

2

Spreader

Spreader

Spreader

Spreader

Spreader

23

0

3

38

0

4

23

36

26

18

26

16

0,345x

5

62

76

84

195

116

156

0,7x

 

Perhitungan :

Perhitungan jumlah total bakteri ditentukan oleh

  1. Rasional
  2. Range antara 30-300

Shift 1

  • Kelompok 1

              A     B

    15   39

    9     5

    9     3

 Ʃ koloni = 1x

                = 39 x

                = 0,39 x  kal/mol

  • Kelompok 2 (-)
  • Kelompok 3

               A         B

    128    198

    107    130

    107     87

 Ʃ koloni =  x

                = 163 x

                = 1,63 x  kal/mol

  • Kelompok 4

              A      B

    28    19

    58    17          

    5      12

Tidak rasional

  • Kelompok 5

               A        B

    135     39

     33      32

     23      16

 Ʃ koloni =  x

                = 87 x

                = 0,87 x  kal/mol

  • Kelompok 6

              A      B

    43    33

    35    28

    85     35

 Ʃ koloni =  x

                = 38 x

                = 0,38X kal/mol

  • Kelompok 7

              A      B

    36    40

    35    25

    22    41

 Ʃ koloni =  x

                 = 38X

                 = 0,38X kal/mol

  • Kelompok 8

             A        B

    57    622

    38    55

    61    Spreader

 Ʃ koloni =  x

                 = 59,5 x

                 = 0,595xkal/mol

  • Kelompok 9

              A      B

    22    26

    22    36          

    16    28

Tidak Rasional

Shifft 2

  • Kelompok 1

              A      B

    13    10

    23    22        

    17    –

Tidak Rasional

  • Kelompok 2

                  A                   B

    Spreader      Spreader

        34            Spreader       

    Spreader          23

Tidak Rasional

  • Kelompok 3

               A      B

      –       –

     38     –         

      –       –

Tidak Rasional   

  • Kelompok 4

             A      B

    23    36

    26    18        

    26    16  

 Ʃ koloni = 36 x 

                = 36 x

                = 0,36 x  kal/mol

  • Kelompok 5

              A      B

    62    76

    84    195        

    116    156  

 Ʃ koloni    =  x

                   = 69 x    

                   = 0,69 x  kal/mol

Pada hasil perhitungan koloni bakteri dan isolasi didapatkan suatu hasil jumlah koloni terbesar dan jumlah koloni terkecil dimana jumlah koloni terbesar diperoleh kelompok 3 shift 1 sebesar 1,63x sedangkan pada jumlah terkecil diperoleh kelompok 4 shift 1 sebesar 0,36x.

 

5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dalam praktikum Mikrobiologi dasar tentang Perhitungan Koloni Bakteri dan Isolasi dapat disimpulkan sebagai berikut :

–          Factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah suhu, nutrient, air, pH, dan oksigen.

–          Pertumbuhan bakteri terdiri dari 7 fase, yaitu : fase adaptasi, pertumbuhan awal, pertumbuhan logaritmik, pertumbuhan lambat, pertumbuhan tetap, menuju kematian, serta fasekamatian.

–          Rumus perhitungan koloni adalah = jumlah koloni percawan X  

–          Perhitungan koloni dilakukan dengan cara manual dan menggunakan  koloni counter untuk lebih mengoreksi nilai-nilai yang diperoleh.

–          Prinsip dari metode isolasi adalah memisahkan satu jenis mikroba dnegan mikroba lainnya agar dapat biakan murni.

–          Jumlah TPC paling banyak adalah kelompok 3 dnegan jumlah1,63 X 105 kol/ml pada shift 1. Sedangkan ada 1 kelompok yang tidak rasional yaitu kelompok 4.

–          Pada shift 2 TPC paling banyak adalah kelompok 5 dengan jumlah 0.65 X 105 kol/mldan terdapat 4 kelompok yang tidak rasional.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan pada praktikum Mikrobiologi Dasar tentang Perhitungan Koloni bakteri dan Isolasi adalah kurang efisiennkarena keterbatasan alat dan tahun depan alatnya diperbanyak lagi.

DAFTAR PUSTAKA

–          Baskoro, kartasapoetra. 1994. Mikrobiologi Tanah. Jakarta : Bineka Citra.

–          Champbell, Neil A. 2000. Biologi. Erlangga, Jakarta.

–          Dwidjosapoetra D. 2005. Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.

–          Feliatra, Eko Indri. 2004. Mikrobiologi Umum. Jakarta : gramedia.

–          Muhammad, Ibrahim. 2004. Mikrobiologi Dasar. Jakarta : Bineka Citra.

–          Jutono et al. 1973. Mikrobiologi Umum. Jakarta : Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian.

–          Pelczar, Michel J dan E.C.S Chan.  2008. Dasar – Dasar Mikrobiologi. UI, Jakarta.

–          Rochima, Emma. 2005. Dinamika Jumlah Bakteri Selama Fermentasi Selama Prosessing Ikan Asin Jambal Roti. Hal 1 – 8.

–          Yatim, 2009. Analisis Mikroba Pada Kolam Ikan di Sumatera Utara. Vol. 1 No.2

–          Zubaidah, Elok et al. 2006. Mikrobiologi Umum. Universitas Brawijaya, Malang.,

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s